Fakta Dan Mitos Seputar Alat KB
Fakta Dan Mitos Alat KB Pada artikel sebelumnya saya telah membahas fakta dan mitos seputar Pil KB. Nah seperti janji saya pada artikel sebelumnya, saya akan membahas tentang Fakta dan Mitos seputar alat KB yang lainnya.
  • IUD (Intra Uterine Contraceptive Devices)
IUD adalah salah satu alat KB yang memiliki efektifitas mencegah kehamilan 99,4 % dan mampu mencegah kehamilan sampai 10 tahun. IUD merupakan alat kontrasepsi yang bersifat non hormonal yang di pasang di dalam rahim, dengan pemasangan oleh tenaga medis terlatih. Ketika anda menggunakan IUD sebagai alat KB, disarankan agar setiap setahun sekali rutin melakukan pemeriksaan dan konsultasi kepada bidan atau dokter. IUD berbentuk huruf T dengan ukurannya 3 cm. Alat KB IUD, tetap nyaman ketika di gunakan dan juga tidak akan mengurangi kemesraan anda dengan sang suami. Berikut fakta dan mitos yang beredar di masyarakat tentang alat KB IUD. Mitos: Batang IUD bisa menempel pada kepala bayi setelah melahirkan. Fakta: Batang IUD tidak akan menempel pada kepala bayi, karena ketika wanita di ketahui positif hamil, maka bidan atau dokter akan langsung melepas atau mengeluarkan IUD dari rahim. Mitos: IUD bisa berpindah posisi atau tempat dari posisi semula ketika di pasang. Fakta: IUD hanya mampu bergeser sedikit dari posisi semula, dan itu wajar dan tidak akan berefek apa-apa. Namun jika berpindah posisi atau tempat itu hampir tidak mungkin bisa. Tapi anda penting juga untuk rutin melakukan pemeriksaan setahun sekali ke dokter atau bidan untuk memastikan keadaan IUD di dalam rahim.
  • Suntikan KB
Suntik KB merupakan metode pencegah kehamilan yang paling banyak dipilih dan di gunakan oleh mayoritas wanita indonesia. Cara kerja suntik KB, yaitu dengan mengentalkan lendir rahim sehingga, rahim akan sulit di tembus oleh sperma. Selain itu, suntikan KB juga mampu mencegah, sel telur menempel pada dinding rahim. Mitos: Rumor yang beredar di masyarakat mengatakan bahwa suntik KB, akan menghilangkan menstruasi. Fakta: Ada dua pilihan metode KB dengan cara di suntik KB, yaitu Suntikan KB 1 bulan dan 3 bulan. Kandungan hormon pada Suntikan KB 3 bulan lebih besar jika dibandingkan suntikan KB yang 1 bulan. Hal tersebut mengakibatkan siklus menstruasi yang terjadi setiap bulan menjadi terhenti.
  • Implant
Implant merupakan alat KB yang berupa kontrasepsi hormonal yang bersifat jangka panjang. Implant KB di dalamnya mengandung hormon levonorgestrel yang di terapkan di lengan bagian atas. Alat KB ini sangatlah praktis serta mampu mencegah terjadinya kehamilan selama 4 tahun. Mitos: Implant dapat berpindah posisi atau tempat. Fakta: Tentu saja tidak benar, karena implant di pasang di lengan bagian atas.

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.