Kerapan Sapi
Pulau Jawa adalah salah satu pulau besar yang ada di Indonesia. pulau jawa memiliki banyak provinsi serta merupakan pulau yang dihuni oleh penduduk yang sangat banyak. Semua penduduk yang ada di jawa derasal dari suku bangsa yang berbeda sehingga setiap suku bangsa memiliki kebudayaan dan tradisi masing-masing. Salah satu kebudayaan yang sangat unik yang ada di pulau jawa adalah kerapan sapi. Keparan Sapi berasal dari Provinsi Jawa Timur, tepatnya berasal dari kota Madura.Madura tidak hanya terkenan karena hasil garamnya, namun lebuh daripada itu Pulau Madura terkenal dengan tradisi pacu sapinya yang disebut dengan Kerapan.

TRADISI PACU JAWI

Kebiasaan untuk memacu binatang peliharaan di arena memang sudah menjadi kegemaran penduduk Madura sejak dahulu kala. Di daerah Madura tidak hanya hewan peliharaan seperti sapi yang diadu kecepatan, tetapi juga kerbau seperti yang terdapat di pulau kaengan. Adu cepat kerbau ini disebut dengan mamajir. Sapi atau-pun kerbau yang adu cepat tersebut, dikendarai oleh seorang joki yang disebut tukang tongko. Tukang tongko tersebut berdiri di atas kaleles yang ditarik oleh sapi atau kerbau pacuan.

karapan-sapi-madura

Di Madura sendiri terdapat beberapa macam Kerapan Sapi yang memberikan klasifikasi kepada jenis dan kategori peserta kerapan tersebut. Berbagai macam kerapan sapi itu adalah sebagai berikut; 1. Kerpan Keni Kerapan jenis ini hanya diadakan pada tingkat kecamatan atau kewadanaan. Para pesertanya adalah berasal dari daerah bersangkutan. Jarak tempuh kerapan sapi ini hanya sejauh 110 meter. Dalam kategori ini lebih diutamakan kecepatan dan lurusnya. Kerapan keni ini biasanya hanya diikuti oleh sapi-sapi kecil yang baru belajar. 2. Kerapan raja Kerapan ini adalah kerapan besar yang biasa disebut juga kerap negara, umumnya diadakan di Ibu Kota kabupaten pada hari minggu. Ukuran lapangannya sebesar 120 meter. Pesertanya adalah juara-juara kecamatan atau kewadanaan. 3. Kerapan Onjangan Kerapan ini adalah pacuan khusus yang diikuti oleh peserta yanmg diundang baik dari dalam kabupaten maupun luar kabupaten. Kerapan ini biasanya diadakan menurut waktu keperluan atau dalam acara peringaran hari-hari tertentu. 4. Kerapan Karesidenen Kerapan ini adalah kerapan besar yang diikuti oleh jura-juara kerap dari empat kabupaten di Madura. Kerapan ini diadakan di kota pamekasan pada hari minggu, dan juga merupakan acara puncak untuk mengakhiri musim kerapan. 5. Kerapan Jar-jaran Kerapa ini adalah kerapan latihan yang tidak ada waktu khusus. Kerapan ini dilakukan sesuai keinginan si pemilik sapi atau pelatih sapi kerap. Pesertanya adalah sapi lokal.

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.