Sudharmono
Sejak prolamasi Kemerdekaan Indonesia telah bergani presiden sebanyak 6 kali. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa telah ada 6 orang yang pernah berkuasa dan menjadi orang nomor satu dalam pemerintahan indonesia. Walaupun indonesia telah berganti presiden sebanyak 6 kali, namun pergantian wakil presiden telah dilakukan sebanyak 11 kali, mulai dari Mohammad hatta hingga wakil presiden saat ini yakni Boediyono. Sebuah pemerintahan tidak akan berjalan lancar jika pemimpinnya tidak memiliki wakil yang baik. Pada saat presiden soeharto berjaya, ia telah didampingi oleh beberapa wakil presiden. Salah satunya adalah Sudharmono. SUDHARMONO Sudharmono dilahirkan pada tanggal 12 Maret tahun 1927 di sebuah kota kecil yang merupakan ibukota Kecamatan Cireme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Kota ini terletak antara kota Surabaya dan kota Lamongan. Sudharmono memiliki seorang ayah yang bernama Soepijo Wirodiredjo dan ibunya bernama Raden Nganteni Sukarsi yang merupakan puteri dari seorang camat pada waktu itu. Pada tahun 1930 orangtua Sudharmono meninggal dunia. Dengan demikian sudharmono dan kedua kakanya menjadi yatim piatu. Saat itu sudharmono baru berusia 3 tahun. Ketika proklamasi kemerdekaan dikumandangkan oleh Bung Karno dan Bung Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945, sudharmono sedang ada di blitar, di rumah Sukarsono. Pada saat itu, sudharmono sedang menempuh pendidikan SMP dan ia bersekolah di SMP II Semarang. Setelah menyelesaikan sekolah di SMA, ia menempuh pendidikan akademi militer pada tahun 1956 dan melanjutkan  ke  Pergurguruan tinggi Hukum Militer dan lulus pada tahun 1962. Setelah usianya cukup untuk berumahtangga, Sudharmono menikah dengan seorang gadis yang bernama Emma Norma. Karir sudharmono diantaranya adalah Jaksa Tentara Tertinggi di Medan dari tahun 1957 samapi dengan 1961, jaksa tentara mernagkap perwira staf Penguasa Perang Tertinggi, sekretaris kabinet merangkap sekretaris Dewan Stabilitas Ekonomi mulai dari tahun 1966 hingga 1972, sejak SU MPR 1988 dan Musyawarah Nasional III Golkar 1983 menjadi ketua umum golkar, serta wakil presiden Indonesia ke 5 republik Indonesia dari tahun 1988 hingga 1993. Mantan presiden ini meninggal pada hari Rabu tanggal 25 Januari 2006 malam, pukul 19.48 WIB. Pada kamis 26 Januari 2006, sudharmono dimakamkan di taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Menurut kabar yang beredar, Shudarmono meninggal karena mengidap infeksi paru-paru, namun tak ada pernyataan resmi mengenai penyakitnya.

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.