KELEBIHAN ORANG YANG BERILMU
Manusia oleh alloh dibekali dengan akal pikiran serta naluri bagaimana caranya mengaplikasikan kelebihan yang tuhan berikan kepada kita yaitu dengan mencari dan mau belajar tentang apa yang kita butuhkan pada dasarnya semua manusia membutuhkan ilmu karena tanpa ilmu manusia bukan siapa-siapa,banyak kajian ilmu yang di pelajari di muka bumi ini tentang banyak hal dan segala kehidupan sehari-hari kita pun di hiasi dengan berbagai manpaat ilmu karena segala sesuatu kita dimulai dengan ilmu betapa banyaknya manpaat ilmu yang kita rasakan betapa hebatnya ilmu itu untuk kelangsungan hidup kitta masa sekarang dan masa yang akan datang. Menjadi iorang berilmu itu segala mudah karena ilmu adalah cahaya kehidupan, dengan ilmu kita kita menjadi tearah,karena pepatah mengatakan ilmu ti berat dibawa kemana-mana maka dari itu nabi kita nabi sulaiman as memilih ilmu ketika diberi tawaran oleh alloh” mana yang akan kau pilih antara harta, kedudukan dan ilmu tetapi nabi kita menjawab hamba lebih memilih ilmu karena dengan ilmu harta, kedudeudukan akan saya dapatkan begitu kata- kata itu jauh halnya dengan orang yang berada di era repormasi ini mereka lebih memilih harta dan kedudukan ketin\mbang ilmu yang akan membuat kehidupan mereka tentram maka dari itu banyak pejabat yang tak berilmu lebih mementingkan kehidupan tanpa memikirkan untuk siapa mereka bekrja dan untuk siapa jabatan mereka itu, sangat sungguh ironis mereka mengesampingkan ilmu dengan tegiur harta dan jabatan tanpa mereka berpikir semua adalah pana dan hanya sesaat di dunia belaka. Orang yang brilmu adalah orang yang menganggap dunia adalah jalan yang lurus tetapi orang yang tak brilmu melihat dunia adalah kesenangan, namun ilmu itu lebih baik daripada harta sehrusnya ilmu itu untuk menjaga harta dan ilmu itu adalah penghukum (hakim) sedangkan harta adalah terhukumcontoh riil dalam kehidupan kita sehari-hari yang apabila kita telaah sangat terasa oleh kita pengaruhnya tersebut yaitu harta itu berkurang apabila kita belanjakan namun ilmu bertambah dengan di belanjakan, dan orang berilmu itu adalah lebih utama daripada orang yang selalu berpuasa , bershalat, berjihad. Apabila mati orang yang brilmu maka terdapatlah suatu kekosongan dalam islam yang tidak dapat ditutup sewlain orang penggantinya. Tidaklah kebanggan selain bagi ahli ilmu dan nilai manusia adalah dengan kebaikan yang dikerjakannya dan orang yang bodoh itu adalah musuh para ahli ilmu menaglah engkau dengan ilmu, hiduplah ilmu orang lain mati namun ahli ilmu tetap hidup sepanjang masa, karena jasamu tak terhingga olehku. Maka jadilah kita semua ahli ilmu dan orang yang berilmu karena ibnu mas’ud berkata haruslah engkau berilmu sebelum ilmu itu diangkat, diangkat ilmu itu adalah dengan kematian sesungguhnya orang-orang yang sahid dalam perang sabil lebih suka dibangkitkan oleh alloh nanti sebagai ulama, karena melihat kemuliaan ulama itusesungguhnya seorangpun yang dilahirkan berilmu, bagaiana cara kita mendapatkan ilmu yaitu dengan belajar dan tekun mengkaji ilmu itu sendiri. Di uraikan pula oleh imam asy-syafi’i ra “ diantara kemuliaan ilmu, ialah bahwa tiap-tiap orang dikatakan berilmu , meskipun dalam soal yang remeh sekalipun, maka ia gembira sebalikny, apabila dikatakan tidak maka ia merasa sedih”.maka dari itu jadilah kita orang berilmu bahwa sanya alloh mempunyai selendang yang dikasihinya. Dan barang siapa yang mencari pintu surga dari ilmu, maka ia diselendangi alloh dengan selendangnya, jika ia berbuat dosa, maka dimintanya kerelaan alloh tiga kali, supaya selendang itu tidak dibukadaripadanya dan jika pun barkepanjangan dosanya sampai ia mati. Begitu hebatnya orang yang berimu dan begitu di sanjungnya orang ahli ilmu betapa tidak kita merasa iri kepada ilmu dan janji-janji alloh tentang kehebatan ilmu itu sendiri, maka dari itu mari kita belajar untuk menjadi orang yang banyak ilmu dan kita jangan beranggapan bahwa apabila ilmu kita bagikan kepada orang lain akan berkurang karena pada hakikatnya apabila ilmu kita manpaatkan yaitu dengan dibagikan kepada orang lain maka, ilmu itu akan brtambah dengan sebanyak yang tidak kita duga bahkan sebaliknya apabila ilmu kita amalkan maka, ilmu akan melaknat kita nanti di yaumul zaza walhisab. Naudzubillahimindzalik.maka kita harus jadi orang yang berilmu dan mau mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari maka ilmu yang kita miliki akan bertambah dan akan menjadi penuntun dalam kebajikan. Menjadi iorang berilmu itu segala mudah karena ilmu adalah cahaya kehidupan, dengan ilmu kita kita menjadi tearah,karena pepatah mengatakan ilmu ti berat dibawa kemana-mana maka dari itu nabi kita nabi sulaiman as memilih ilmu ketika diberi tawaran oleh alloh” mana yang akan kau pilih antara harta, kedudukan dan ilmu tetapi nabi kita menjawab hamba lebih memilih ilmu karena dengan ilmu harta, kedudeudukan akan saya dapatkan begitu kata- kata itu jauh halnya dengan orang yang berada di era repormasi ini mereka lebih memilih harta dan kedudukan ketin\mbang ilmu yang akan membuat kehidupan mereka tentram maka dari itu banyak pejabat yang tak berilmu lebih mementingkan kehidupan tanpa memikirkan untuk siapa mereka bekrja dan untuk siapa jabatan mereka itu, sangat sungguh ironis mereka mengesampingkan ilmu dengan tegiur harta dan jabatan tanpa mereka berpikir semua adalah pana dan hanya sesaat di dunia belaka. Orang yang brilmu adalah orang yang menganggap dunia adalah jalan yang lurus tetapi orang yang tak brilmu melihat dunia adalah kesenangan, namun ilmu itu lebih baik daripada harta sehrusnya ilmu itu untuk menjaga harta dan ilmu itu adalah penghukum (hakim) sedangkan harta adalah terhukumcontoh riil dalam kehidupan kita sehari-hari yang apabila kita telaah sangat terasa oleh kita pengaruhnya tersebut yaitu harta itu berkurang apabila kita belanjakan namun ilmu bertambah dengan di belanjakan, dan orang berilmu itu adalah lebih utama daripada orang yang selalu berpuasa , bershalat, berjihad. Apabila mati orang yang brilmu maka terdapatlah suatu kekosongan dalam islam yang tidak dapat ditutup sewlain orang penggantinya. Tidaklah kebanggan selain bagi ahli ilmu dan nilai manusia adalah dengan kebaikan yang dikerjakannya dan orang yang bodoh itu adalah musuh para ahli ilmu menaglah engkau dengan ilmu, hiduplah ilmu orang lain mati namun ahli ilmu tetap hidup sepanjang masa, karena jasamu tak terhingga olehku. Maka jadilah kita semua ahli ilmu dan orang yang berilmu karena ibnu mas’ud berkata haruslah engkau berilmu sebelum ilmu itu diangkat, diangkat ilmu itu adalah dengan kematian sesungguhnya orang-orang yang sahid dalam perang sabil lebih suka dibangkitkan oleh alloh nanti sebagai ulama, karena melihat kemuliaan ulama itusesungguhnya seorangpun yang dilahirkan berilmu, bagaiana cara kita mendapatkan ilmu yaitu dengan belajar dan tekun mengkaji ilmu itu sendiri. Di uraikan pula oleh imam asy-syafi’i ra “ diantara kemuliaan ilmu, ialah bahwa tiap-tiap orang dikatakan berilmu , meskipun dalam soal yang remeh sekalipun, maka ia gembira sebalikny, apabila dikatakan tidak maka ia merasa sedih”.maka dari itu jadilah kita orang berilmu bahwa sanya alloh mempunyai selendang yang dikasihinya. Dan barang siapa yang mencari pintu surga dari ilmu, maka ia diselendangi alloh dengan selendangnya, jika ia berbuat dosa, maka dimintanya kerelaan alloh tiga kali, supaya selendang itu tidak dibukadaripadanya dan jika pun barkepanjangan dosanya sampai ia mati. Begitu hebatnya orang yang berimu dan begitu di sanjungnya orang ahli ilmu betapa tidak kita merasa iri kepada ilmu dan janji-janji alloh tentang kehebatan ilmu itu sendiri, maka dari itu mari kita belajar untuk menjadi orang yang banyak ilmu dan kita jangan beranggapan bahwa apabila ilmu kita bagikan kepada orang lain akan berkurang karena pada hakikatnya apabila ilmu kita manpaatkan yaitu dengan dibagikan kepada orang lain maka, ilmu itu akan brtambah dengan sebanyak yang tidak kita duga bahkan sebaliknya apabila ilmu kita amalkan maka, ilmu akan melaknat kita nanti di yaumul zaza walhisab. Naudzubillahimindzalik.maka kita harus jadi orang yang berilmu dan mau mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari maka ilmu yang kita miliki akan bertambah dan akan menjadi penuntun dalam kebajikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *